No Reason… Nggak Juga Klarifikasi :)

Seorang sahabat menceriterakan sebuah ilustrasi kemaren malam ke gue …

Di kereta, seorang bapak lusuh duduk.
Bapak itu membawa serta beberapa orang anaknya yang masih kecil.
Semua anaknya hampir tidak terurus.
Bajunya kotor dan berantakan sama seperti ayahnya.
Mereka berlari ke sana kemari berteriak-teriak out of control.
Tapi sang bapak cuma duduk saja.
Seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempat di mana bapak itu duduk, bergumam dalam hati
‘Kok anak2 sebanyak itu nggak diurus seh? Bajunya kotor, nakal2 lari2 kesana kemari. Orang tua nya juga sama aja. Nggak bisa ngurus anak!’
And you know what?! Isteri dari si bapak itu yaitu ibu dari anak2 lusuh-kotor-nakal-tak-terurus-tadi saat itu sedang terbaring di rumah sakit karena kanker ganas. Dan sang bapak kerja dari siang dan malam untuk membiayai pengobatan isteri dan hidup anak2nya, so that nggak ada waktu buat dia ngurus anak2nya lebih lagi

begitu kira2 ilustrasinya … :) bagus ya? gue seneng banget punya temen pinter yang tau ilustrasi kek gini. luv ya sista. muach!

Jujur deh, lo semua termasuk gue pasti sering banget jadi wanita tadi. Wanita yang menggumam sinis atau mengambil kesimpulan dari keadaan atau sikap orang lain. Terutama keadaan dan sikap yang tidak baik, right?!

Jangan pernah lo menghakimi seseorang hanya dengan apa yang lo liat, apa yang lo denger doang.
Lo bahkan nggak tau apa yang ada di pikirannya saat itu.
Lo bahkan nggak tau apa yang lagi digumulin sama dia pada saat lo sedang bergumam seoerti wanita tadi.

Nggak semua mesti diklarifikasi, right?!
Lagipula nggak semua bisa diungkapkan dengan kata2 …
Lagipula nggak semua juga bisa dijelaskan secara nalar.

Nggak… Nggak… Nggak…

Respond to this post