Kontroversi itu ….

Tentang kontroversi tayangan banci di TV oleh KPI …

Gue emang nggak setuju aja sama definisi yang dipake Ketua MUI mengenai kaum waria dan banci.

Masalah tayangan banci yang bisa memengaruhi anak2 itu gue juga setuju.

Anak2 cowo yang yah … apalagi memiliki keingintahuan yang besar .. pastinya pingin coba2 pake baju cewe kek yang mereka liat di TV.

Gawatnya kalau mereka merasa nyaman melakukannya dan melakukannya lagi dan lagi.
Itu siy, mesti balik lagi ke ortunya yang sedia mengawasi anak2nya.

Sekali lagi. Tentang keberadaan banci. Anak2 harus tau dan pasti tau dari manapun itu.

Mengait beberapa hal yang lupa gue sampein di postingan sebelumnya.
Gue inget, ada satu cewe berjilbab di kubu nya Ketua MUI mengungkapkan kalo mereka nggak suka identitas mereka (which is sebagai perempuan) diperankan oleh cowo2 yang belakangan disebut banci secara brutal. Bertingkah seenaknya sebagai perempuan dengan mengatasnamakan seni dan hiburan.

Yang ini gue setuju.

Jadi inget tayangan beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu Tessy lagi populer2 nya dengan dandanan banci di TV.
Risih banget liatnya memang.
Berlebihan dan nggak semestinya.
Kalo jaman sekarang sih, gue nggak tahan sama tingkah Adul, Andre siapalah itu namanya, dan Irfan nggak penting jugalah namanya yang di tayangan lenong apa gitu yah namanya … gue lupa.
Mereka sering pake baju cewe dan bertingkah berlebihan.
Pas gue lagi mau ke Jakarta, gue nonton di bis.
Genrenya komedi, tapi nggak ada penumpang yang ketawa bahkan senyam-senyum pun nggak.
Mungkin para penumpang itu serba salah. Mau turun ntar mereka telat ke kantor, tetep di bis bisa jadi idiot gara2 tontonan nggak penting.
Gue cuman bisa melotot2 nggak percaya gitu setiap Irfan siapa gitu namanya meliuk2 nggak penting d balik kostum ala India nya itu.
Oh em ji …

Dari gue yang awam dan nggak tau apa2 ini,
Larangan itu,
Meski akhirnya bakalan bener2 ada,
Pinginnya sih nggak memutus segala aktivitas yang berhubungan dengan banci …
Cuman butuh batasan antara yang boleh dan tidak.
Yang layak dan nggak.
Yang masih … okelah dan nggak banget …

~ by Mariana Novelia on Monday, September 22, 2008.

Leave a Reply