Banci …? Atau Gay …?
Uda pada tau dong tentang kontroversi larangan tayangan banci di TV?
Kemaren malem ada acara debatnya di TVOne.
Dua kubu yang sama2 berlatar belakang Islam dipertemukan.
Biasanya gue uda antipati kalo ada tokoh Islam yang ngomongin soal yang kek beginian.
Tapi gue penasaran sama yang satu ini.
Di kubu pertama ada Ketua MUI yang mendukung larangan tayangan banciisme di TV karena berdampak buruk bagi anak, dan di kubu yang lain ada ketua ato apa gitu dari organisasi Our Voice yang justru menganggap tayangan2 seperti ini justru merupakan pembelajaran yang keren banget buat anak2.
Menyasar bahwa ada identitas lain selain pria dan wanita.
Semua anak memang harus tau.
Perwakilan dari Our Voice juga nggak kalah Islamic nya.
Gue bisa nangkep kalo dia memang orang Islam yang taat, tapi nggak se-Islamic Ketua MUI tadi.
Di belakangnya duduk beberapa waria yang mengaku dirinya sebagai pekerja seni.
Mereka menekuni PROFESI sebagai waria karena yah emang nggak ada lagi kerjaan buat mereka.
Masuk akal. Susah memang cari kerja.
Di belakang Ketua MUI duduk beberapa orang yang … gue nggak tau mereka berprofesi sebagai apa. Yang gue inget, mereka tak henti2nya berteriak ALLAHU AKBAR setiap Ketua MUI ngomong sesuatu.
Tanpa mengurangi rasa hormat gue sama kaum Islamic, gue suka banget sama setiap pernyataan dari perwakilan Our Voice, meskipun dia juga muslim.
Stiap pernyataannya lebih logis dan berdasar ketimbang pernyataan dari Ketua MUI yang … menurut gue nggak segitunya kali Islam melarang sesorang yang …
Perlu dicatat, waria tidak sama dengan gay!
Waria actually berbeda dengan gay!
Waria adalah identitas gender.
Gay lebih ke masalah orientasi.
Ketua MUI salah mengintepretasikan WARIA!
Oh Em Ji ….!!!
Mereka bilang kalo anak2 kita liat tayangan2 berbau banciisme dari TV, berdampak pada ORIENTASI mereka.
Mereka juga nyinggung2 soal Ryan, si pembunuh gay dari Jombang itu sebagai produk dari publikasi WARIA.
???????????????????????????????
Ayolah, gue yakin setiap kita, setiap orang tua kita, setiap oma opa kita waktu kecilnya pernah liat PRIA YANG MEMAKAI BAJU WANITA di TV.
Lah wong kesenian Ludruk aja mempertontonkan pria bergincu yang memekai baju wanita.
Apa kita, orang tua kita, oma opa kita tumbuh dengan orientasi yang abnormal?!!!!!!!!

[...] About Banci …? Atau Gay …? [...]
Ryan yang itu bukan gue !!! « Been So Idiot said this on Thursday, September 18, 2008 at 11:02 am
o come on!
hanya karena pakai peci, terus dibilang islami?
di satu sisi saya setuju bahwa wakil dari mui salah memilah transjender dari homoseksual.
namun pengikutnya si toyo tidak kalah idiotnya. masa mengusung keputusan APA tahun 1973 untuk membela transjender? itu keputusan kan berlaku khusus untuk homoseksual.
soal pengaruh tanyangan tv, sedikit banyak ada hubungannya meski tidak langsung. anak2 yang melihat tayangan laki2 memakai pakaian perempuan akan berpikir bahwa itu menarik dan boleh dicoba. ketika dicoba dan tidak dihentikan oleh orang tua, mereka merasa semakin nyaman. perasaan femininya punh tumbuh, menyesuaikan dengan konstruk feminin yang dilekatkan ke pakaian tersebut. see? logis, nggak?
Cassandros said this on Saturday, September 20, 2008 at 5:39 am