Been So Idiot

Some Text Have Been Blocked…

Archive for September 2008

Back to Bandung. Aaaarrrghhhh..!!!!

without comments

Bentar lagi libur.
Hari Sabtu ini gue pulang Bandung.
Kembali ke habitat gue.
Ketemu sama keluarga gue yang …. heboh. SWT!

Papa gue yang sok tau abis. Doi masih keukeuh sampe sekarang kalo Jombang itu sama dengan Tangerang (baca postingan gue sebelumnya)
Mama gue yang bawel abis. Pasti banyak curhat tentang ini itu dan laen2 kalo gue pulang.
Dan adek2 gue yang selalu protes dan membentur2kan kepalanya ke tembok kalo gue pulang. Huhuhuhu … TT___TT
Kenapa mereka begitu tersiksa dengan kepulangan gue, cicinya yang baek hati, tidak sombong, dan rajin menabung ini?

Okeh!
Mau ngapain yah, ntar gue d Bandung selain bengong di warung?
Perlu diketahui bahwa gue punya sebuah super market di Bandung … okeh mini market … iya iya … warung deh.
Ya, gue selalu kebagian jaga warung kalo orang2 rumah pada mabur.
Dan menurut pengalaman gue selama satu taun ini, setiap gue pulang Bandung … orang2 rumah dengan seenaknya pergi begitu saja. Bisa dari pagi ampe malem lagi … dan gue sebatang kara di rumah ngejagain warung.
Zzzzzz…..

Kemana yah enaknya?!!!
Ada ide???

Written by Mariana Novelia

Thursday, September 25, 2008 at 5:51 am

Posted in Uncategorized

Emosi!!!!!!

without comments

Adalah Hj. Saifron yang ingin membagikan zakat di bulan yang suci ini.
Salah?
Nggak sama sekali.

Adalah Ngatemi, seorang ibu lanjut usia yang ingin ikut merasakan zakat dari orang yang lebih beruntung dari dirinya.
Salah?
Nggak salah juga.

Adalah berpuluh2 ibu yang juga ingin memasakkan anak2nya makanan yang lebih spesial di Hari Idul Fitri nanti.
Salah?
Mereka juga nggak salah.

Adalah 21 wanita tewas karena memperjuangkan sesuatu yang sedikit … sedikit sekali. Percayalah! Sedikit sekali lebih baik buat suami dan anak2nya.
Salah?
Nggak ada yang salah.

Adalah Mat Hakim yang berharap kembali ke hari itu.
Hari di mana sang Istri, Ngatemi bilang kalau doi mau ke depan bentar soalnya ada pembagian zakat dari Pak Haji Saifron.
Walopun uda sempet dilarang, Mat Hakim mestinya dan mestinya andaikan dan andaikan Mat Hakim sedikit memaksa istrinya supaya diem di rumah aja.
Pingin balik ke waktu itu.
Salah?
Nggak tega gue bilang dia salah.

Yang ada cuman sekarang …
Yang ada cuman hari ini …
Wajah tua itu … cuman bisa mengeluarkan air mata tanpa ekspresi apapun.
Nggak bisa ngomong apa2 lagi.
Mat Hakim ambruk.
Matanya kosong …

Hmmm….
Nggak ngerti ah…

Written by Mariana Novelia

Tuesday, September 23, 2008 at 1:35 am

Posted in Idiot Things

Kontroversi itu ….

without comments

Tentang kontroversi tayangan banci di TV oleh KPI …

Gue emang nggak setuju aja sama definisi yang dipake Ketua MUI mengenai kaum waria dan banci.

Masalah tayangan banci yang bisa memengaruhi anak2 itu gue juga setuju.

Anak2 cowo yang yah … apalagi memiliki keingintahuan yang besar .. pastinya pingin coba2 pake baju cewe kek yang mereka liat di TV.

Gawatnya kalau mereka merasa nyaman melakukannya dan melakukannya lagi dan lagi.
Itu siy, mesti balik lagi ke ortunya yang sedia mengawasi anak2nya.

Sekali lagi. Tentang keberadaan banci. Anak2 harus tau dan pasti tau dari manapun itu.

Mengait beberapa hal yang lupa gue sampein di postingan sebelumnya.
Gue inget, ada satu cewe berjilbab di kubu nya Ketua MUI mengungkapkan kalo mereka nggak suka identitas mereka (which is sebagai perempuan) diperankan oleh cowo2 yang belakangan disebut banci secara brutal. Bertingkah seenaknya sebagai perempuan dengan mengatasnamakan seni dan hiburan.

Yang ini gue setuju.

Jadi inget tayangan beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu Tessy lagi populer2 nya dengan dandanan banci di TV.
Risih banget liatnya memang.
Berlebihan dan nggak semestinya.
Kalo jaman sekarang sih, gue nggak tahan sama tingkah Adul, Andre siapalah itu namanya, dan Irfan nggak penting jugalah namanya yang di tayangan lenong apa gitu yah namanya … gue lupa.
Mereka sering pake baju cewe dan bertingkah berlebihan.
Pas gue lagi mau ke Jakarta, gue nonton di bis.
Genrenya komedi, tapi nggak ada penumpang yang ketawa bahkan senyam-senyum pun nggak.
Mungkin para penumpang itu serba salah. Mau turun ntar mereka telat ke kantor, tetep di bis bisa jadi idiot gara2 tontonan nggak penting.
Gue cuman bisa melotot2 nggak percaya gitu setiap Irfan siapa gitu namanya meliuk2 nggak penting d balik kostum ala India nya itu.
Oh em ji …

Dari gue yang awam dan nggak tau apa2 ini,
Larangan itu,
Meski akhirnya bakalan bener2 ada,
Pinginnya sih nggak memutus segala aktivitas yang berhubungan dengan banci …
Cuman butuh batasan antara yang boleh dan tidak.
Yang layak dan nggak.
Yang masih … okelah dan nggak banget …

Written by Mariana Novelia

Monday, September 22, 2008 at 6:05 am

Posted in Idiot Things

Ryan yang itu bukan gue !!!

with one comment

Nggak sopannn!!!

Gue belain perwakilan Our Voice di postingan gue sebelumnya, bukan karena nama panggilan gue sama dengan nama pembunuh gay itu …!!!!

Tupai, gajah, dan burung hantu monyong!!!!
Dasar! Mereka kira siapa mereka?! Bisa ngomong kek gitu di depan gue…?!

Eniwe, jadi inget kejadian beberapa bulan yang lalu.
Waktu itu kasusnya Ryan baru mencuat.
Lagi sering2nya muncul di tipi.
Tapi ….
Karena waktu itu gue lagi sering2nya lembur di kantor dan boro2 sempet nonton tipi, makan aja gue nggak sempet … (beuh! yang ini boongan temans!)

Gue pulang ke Bandung.
Baru nyampe halaman, keliatan papa gue lagi nyuci motor bututnya yang … ya yang butut!
Papa menghampiri gue dengan mukanya yang … uda nggak sabar pengen liat anaknya yang memang ngengenin … (weks!!!)

Papa : “Ryan …”
Gue : “Hah..?”
Papa : (bediri, ngedeketin gue)
Gue : “…”
Papa : “Gimana?”
Gue : “Hah?”
Papa : “Kamu nggak apa-apa?”
Gue : “Hah?”
Papa : “Di sana rame nggak?”
Gue : “Biasa aja”
Papa : “Semuanya uda ketemu yah?”
Gue : “Siapa? Apa? Hah?”
Papa : “Lho? Yang kasus mutilasi itu …”
Gue : “???”
Papa : (masih bengong)
Gue : (masuk ke dalam rumah)

Pas uda di dalem rumah, gue setel tipi.
Ada berita tentang pembunuh gay yang namanya sama dengan nama panggilan gue. Yup! Ryan!
Zzzzzzz……!!
Papa yang jayus.

Siangnya dia masih ngotot juga …

Papa : “Gimana?”
Gue : “Apa? Kasus mutilasi? Aku nggak tau!”
Papa : “Lho?”
Gue : “Iya. Nggak tau”
Papa : “Bukannya itu di daerah kamu, Yan?”
Gue : “Hah?” (makin bingung gue)
Papa : “Iya”
Gue : “Di daerahku?”
Papa : “Iya. Di Tangerang kan?!”
Gue : “*(&^$$#%^”

Papa yang aneh.
Tangerang jelas-jelas berbeda dengan Jombang.
Oh Em Ji ….

Written by Mariana Novelia

Thursday, September 18, 2008 at 11:02 am

Posted in Idiot Things

Banci …? Atau Gay …?

with 2 comments

Uda pada tau dong tentang kontroversi larangan tayangan banci di TV?
Kemaren malem ada acara debatnya di TVOne.
Dua kubu yang sama2 berlatar belakang Islam dipertemukan.
Biasanya gue uda antipati kalo ada tokoh Islam yang ngomongin soal yang kek beginian.
Tapi gue penasaran sama yang satu ini.
Di kubu pertama ada Ketua MUI yang mendukung larangan tayangan banciisme di TV karena berdampak buruk bagi anak, dan di kubu yang lain ada ketua ato apa gitu dari organisasi Our Voice yang justru menganggap tayangan2 seperti ini justru merupakan pembelajaran yang keren banget buat anak2.
Menyasar bahwa ada identitas lain selain pria dan wanita.
Semua anak memang harus tau.

Perwakilan dari Our Voice juga nggak kalah Islamic nya.
Gue bisa nangkep kalo dia memang orang Islam yang taat, tapi nggak se-Islamic Ketua MUI tadi.
Di belakangnya duduk beberapa waria yang mengaku dirinya sebagai pekerja seni.
Mereka menekuni PROFESI sebagai waria karena yah emang nggak ada lagi kerjaan buat mereka.
Masuk akal. Susah memang cari kerja.
Di belakang Ketua MUI duduk beberapa orang yang … gue nggak tau mereka berprofesi sebagai apa. Yang gue inget, mereka tak henti2nya berteriak ALLAHU AKBAR setiap Ketua MUI ngomong sesuatu.

Tanpa mengurangi rasa hormat gue sama kaum Islamic, gue suka banget sama setiap pernyataan dari perwakilan Our Voice, meskipun dia juga muslim.
Stiap pernyataannya lebih logis dan berdasar ketimbang pernyataan dari Ketua MUI yang … menurut gue nggak segitunya kali Islam melarang sesorang yang …
Perlu dicatat, waria tidak sama dengan gay!
Waria actually berbeda dengan gay!
Waria adalah identitas gender.
Gay lebih ke masalah orientasi.
Ketua MUI salah mengintepretasikan WARIA!

Oh Em Ji ….!!!
Mereka bilang kalo anak2 kita liat tayangan2 berbau banciisme dari TV, berdampak pada ORIENTASI mereka.
Mereka juga nyinggung2 soal Ryan, si pembunuh gay dari Jombang itu sebagai produk dari publikasi WARIA.

???????????????????????????????

Ayolah, gue yakin setiap kita, setiap orang tua kita, setiap oma opa kita waktu kecilnya pernah liat PRIA YANG MEMAKAI BAJU WANITA di TV.
Lah wong kesenian Ludruk aja mempertontonkan pria bergincu yang memekai baju wanita.
Apa kita, orang tua kita, oma opa kita tumbuh dengan orientasi yang abnormal?!!!!!!!!

Written by Mariana Novelia

Thursday, September 18, 2008 at 3:22 am

Posted in Idiot Things

Laptop Tupai …

with 9 comments

besok mau libur.
mau main.

barusan mau pulang.
liat laptopnya tupai (nama samaran)

jadi inget.
kejadian mengenaskan itu.
ketika gajah (nama samaran juga) numpang makan di mejanya tupai, sang empunya laptop.

gajah : “tupai!”
tupai : “hah?”
gajah : “angkat dulu tuh”
tupai : “…”
gajah : “tupai!”
tupai : “apa…?”
gajah : “itu udah mateng!”
tupai : “hah?”
gajah : (nunjuk laptopnya tupai)
laptop : “glotok glotok glotok!”
tupai : “???”
gajah : “diangkat dulu dong! airnya uda mateng…”
laptop : “glotok glotok glotok!”
tupai : “zzzzzzzz”

gajah memang tidak punya hati.
dasar kejam.
ngomong seenaknya.
menyakiti hati tupai yang perasaannya halus itu.
huh!!

beberapa hari kemudian …
gue : “pai!”
tupai : “apa?”
gue : “pai!”
tupai : “apa?”
gue : “pai … pai … pai … paiiii!!!!”
tupai : “……………………………….”
gue : “pai!”
tupai : “iya?”
gue : “diangkat dulu tuh! uda mateng airnya tau!”
laptop : “glotok glotok glotok!”
tupai : “#(*&^(*%&^*”

setelah kejadian itu, tupai punya jawabannya sendiri untuk menjawab pertanyaan yang mengusik jiwa ke-tupai-annya itu.
gue : “pai … pai … pai … paiiii!!!!”
tupai : “……………………………….”
gue : “pai!”
tupai : “iya?”
gue : “diangkat dulu tuh! uda mateng airnya tau!”
tupai : “sssttttt!!!! ada kucing lagi tidur di sini tau” (sambil nempelin kuping di laptopnya)
laptop : “glotok glotok glotok!”
gue : “…”

satu yang bisa diambil dari cerita di atas.
tekanan dan efek negatif dari lingkungan bisa memberi dampak yang buruk kepada seseorang.
itulah yang terjadi pada tupai.

sampe sekarang dia percaya kalo di dalem laptopnya ada kucing lagi tidur.
Oh Em Ji …

Written by Mariana Novelia

Monday, September 8, 2008 at 10:29 am

Posted in Uncategorized

Honestly

without comments

Kmaren malem, abis nonton ADJ(Akhirnya Dateng Juga), g pindah2in channel tipinya ibu kos.
Gue berenti di Metro TV, di acaranya Mario Teguh. Mirip-mirip talkshow gitu deh.
Itu pun karena ada wajah si ganteng Choky Sitohang …
Yup!
Pembawa acaranya Stardut itu loh … Oke oke … G nggak suka acara yang satu itu!
Acaranya memang nggak penting.
Tapi, pembawa acaranya selalu penting buat gue.
Jadi g cuma nonton tuh acara kalo pas si cowok ganteng itu ngomong doang.
Sisanya, demi menyelamatkan diri gue dari kemunduran otak permanen, gue lebih memilih nonton sinetron aja deh.
Ya, penderitaannya setara dengan kelilipan cabe bubuk Indomie yang rasa Soto Betawi.

Oke, kita ngomongin apa tadi …?!

Kembali lagi ke Choky yang ganteng itu …

Hmmm …

Oh ya! Gue inget!
Kembali ke acaranya Mario Teguh.
Gue nontonnya cuman dikit.
Malam itu dia cerita tentang Honestly.

Ada satu ilustrasi menarik untuk menunjukkan tingkat kejujuran seseorang.
Tanggapan beberapa orang kalo mereka sama-sama menemukan uang.
Ada orang yang gagal waktu dia nemu uang 10ribu.
Ada orang yang gagal waktu dia nemu 100ribu.
Ada orang yang gagal waktu dia nemu 1juta.
Dan seterusnya.

Kejujuran adalah akibat dan manifestasi dari keimanan kita kepada Beliau.
Yah, Mario Teguh senang banget manggil Tuhan dengan kata Beliau.
Entah agamanya apa.
Tapi yang gue liat penontonnya dateng dari berbagai kalangan.
Dari kokoh-kokoh ampe enci-enci, dari yang pake jilbab ampe yang nggak jelas wujudnya apa. Loh…?! Becanda.
Percaya kalo Tuhan memang udah mempersiapkan sesuatu yang besar banget buat kita.
Sanggup nggaknya kita setia pada yang benar dan bertahan sampe Tuhan kasi seseuatu yang besar itu (tentunya dengan cara yang benar juga, bukan dengan nemu di jalan gitu) di depan mata kita, itu yang namanya kejujuran.

Doi nutup acaranya dengan satu pesan yang bagus banget.
Bahwa damai sejahtera bukan didapat dengan menindih segala kegelisahan dalam hidup kita.
Damai sejahtera yang sesungguhnya adalah kebebasan.
Damai sejahtera hanya bisa didapat jika kita setia pada hal yang benar.
Dalem …

Written by Mariana Novelia

Monday, September 8, 2008 at 6:16 am

Posted in Keren

Errol oh Errol …

with 7 comments

Hari ini Errol lupa bawa obatnya yang sembilan macem itu …
Artinya …. Oh Em Ji …
Hari ini bakalan jadi hari yang berat buat kami semua …

Peristiwa itu akan terulang lagi …
Peristiwa dimana suatu malam ketika efek obat Errol sudah habis pada jam segitu.
Peristiwa dimana Errol mencurahkan seluruh isi hatinya pada sebuah kipas angin.
Yup!
Kipas angin!
Bener banget!

Ini serius!
Sebuah kipas angin, sodara-sodara!

Kita simak saja rekonstruksinya …

(Di sebuah pojok ruangan projek lantai 3 German Centre yang terhormat ituh …)
Errol : “Ih wow!”
Kipas angin : “…”
Errol : “Ih wow!”
Kipas angin : “…”
Errol : “Ih wow!”
Kipas angin : “…”
Errol : “Ih wow!”
Kipas angin : “…”
Errol : (menatap kami semua kemudian memiringkan kepalanya) “Denger nggak?!”
Orang waras : “…”
Errol : (kembali ke kipas angin) “Ih wow!”
Kipas angin : “…”
Orang waras : “%$#&%^*##@#$”

Yah … Errol begitu juga karena kami juga sih …
Nggak ada yang mau jadi pendengar sejati buat dia.
Maafkan kami, Errol …
Maafkan …

Written by Mariana Novelia

Wednesday, September 3, 2008 at 2:11 am

Posted in Uncategorized

zzz…

without comments

Sebuah keputusan dapat mengubah hidup.
Selalu pikirkan akan jadi apa hidupmu jika mengambil pilihan yang berbeda
Waktu tidak bisa kembali

Written by Mariana Novelia

Wednesday, September 3, 2008 at 1:42 am

Posted in Uncategorized